Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) memiliki luas wilayah ± 90.000 ha. Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) secara giografis terletak antara 109° BT 110°25’’ BT dan 01°00’’ LS 01°20” LS. Secara administratif terletak di dua wilayah Kabupaten, yaitu Kabupaten Kayong Utara (meliputi Kecamatan Sukadana, dan Kecamatan Simpang Hilir) dan Kabupaten Ketapang (meliputi Kecamatan Matan Hilir Utara dan Kecamatan Sungai Laur). Kawasan ini memiliki tipe vegetasi terlengkap mulai dari hutan pantai (mangrove), Rawa Gambut, Rawa Air Tawas, Kerangas, Dataran Rendah sampai puncak pegunungan.Pada awalnya kawasan hutan di Gunung Palung adalah Kawasan Cagar Alam. Ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa dengan luas ± 30.000 Ha menjadi 90.000 Ha. Tahun 1990 berdasarkan Surat Pernyataan Menteri Kehutanan Nomor 448/menhut VI/1990, Tanggal 6 Maret 1990, dideklarasikan manjadi kawasan Taman Nasional. Dalam sejarah penanganannya sampai dengan tahun 1997 dikelola oleh Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Barat. Dan mulai tahun 1998 dikelola oleh Unit Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Kawasan TNGP dimaksud merupakan kawasan pelestarian alam terpenting di Indonesia dan di dunia, karena sangat kaya akan keanekaragaman hayati jenis flora dan fauna serta memiliki hutan Dipterocarp dataran rendah yang paling lengkap di dunia.
Potensi Sumber Daya Alam yang menjadi kawasan ini memiliki daya tarik khusus adalah keberadaan tipe ekosistem tersebut dihuni oleh keanekaragaman jenis satwa liar, diantaranya golongan primata seperti Orang Utan (Pong Pygmaeus), Klampiau (Hylobates moloch), Bekantan (Nasalis laevatus), Kelasi (Presbytis rubicunda), serta Kera Ekor Panjang (Macaca Fascicularis).
Jenis-
jenis satwa lain juga dapat dijumpai seperti Kukang (Nycticebous coucang), gerombolan Kelelawar (Rhinolopusluctus sp), Kalong (Pteropus Vampirus), Tupai Besar (Ratufa offinis), Bajing (Callosciurus notatus), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kijang (Muntiacuys mancak), Kancil (Itragulus napu).
Kawasan ini memiliki kontur tanah yang bergunung dengan perbedaan evalasi yang cukup tajam dari 0 m dari permukaan laut (untuk tipe hutan mangrove) hingga 1.700 m dari permukaan laut (untuk tipe hutan dataran tinggi atau pegunungan). Jenis tanah di kawasan wisata ini adalah Podsolik merah Kuning, Podsol, Alavial, Gambut, dan bebatuan jenis Granit dan Sandstone. Di tangah kawasan ini terdapat dua buah gunung, yaitu Gunung Palung dan Gunung Panti.
Selain itu kawasan ini merupakan pusat aliran sungai dari beberapa sungai di pantai Barat dan Selatan kalimantan Barat, yang meliputi tiga DAS Simpang, DAS Pawan dan DAS Tolak.
Potensi Sumber Daya Alam yang menjadi kawasan ini memiliki daya tarik khusus adalah keberadaan tipe ekosistem tersebut dihuni oleh keanekaragaman jenis satwa liar, diantaranya golongan primata seperti Orang Utan (Pong Pygmaeus), Klampiau (Hylobates moloch), Bekantan (Nasalis laevatus), Kelasi (Presbytis rubicunda), serta Kera Ekor Panjang (Macaca Fascicularis).
Jenis-
jenis satwa lain juga dapat dijumpai seperti Kukang (Nycticebous coucang), gerombolan Kelelawar (Rhinolopusluctus sp), Kalong (Pteropus Vampirus), Tupai Besar (Ratufa offinis), Bajing (Callosciurus notatus), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kijang (Muntiacuys mancak), Kancil (Itragulus napu).Kawasan ini memiliki kontur tanah yang bergunung dengan perbedaan evalasi yang cukup tajam dari 0 m dari permukaan laut (untuk tipe hutan mangrove) hingga 1.700 m dari permukaan laut (untuk tipe hutan dataran tinggi atau pegunungan). Jenis tanah di kawasan wisata ini adalah Podsolik merah Kuning, Podsol, Alavial, Gambut, dan bebatuan jenis Granit dan Sandstone. Di tangah kawasan ini terdapat dua buah gunung, yaitu Gunung Palung dan Gunung Panti.
Selain itu kawasan ini merupakan pusat aliran sungai dari beberapa sungai di pantai Barat dan Selatan kalimantan Barat, yang meliputi tiga DAS Simpang, DAS Pawan dan DAS Tolak.
No comments:
Post a Comment